Kisah Mualaf Jual Harta Benda Belasan Miliar Rupiah Untuk Sedekah Di Tengah Pandemi Corona
Kisah mengharukan dari Seorang mualaf di Yogyakarta yang mendadak jadi perbincangan hangat di media sosial. Namanya, Steven Indra Wibowo. Beliau menjual harta bendanya yang bernilai belasan miliar. Lebih dari Rp 13 miliar jika dikalkulasi.
Uang tersebut berasal dari penjualan dua rumah, sejumlah mobil, dan koleksi motor gedenya itu, ia membantu masyarakat di tengah pandemi Corona Covid-19.
Orang yang memiliki sapaan Koh Steven ini memproduksi 48.000 baju hazmat yang dibagikan ke hampir 5.000 fasilitas kesehatan dan rumah sakit, pemasangan surgical glow ke 43.000 baju alat pelindung diri (APD) agar sesuai standar WHO, memproduksi 150.000 masker, 80.000 hand sanitizer, serta ratusan ribu paket makan dan puluhan ribu paket sembako.
“Saya beli mesin, saya taruh di rumah-rumah penjahit. Saya dan tim yang berkeliling. Penjahit tetap bekerja dari rumah dengan bahan yang kami beri,” ujar beliau.
Di Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta, ia mengontrak rumah di kawasan Maguwaharjo, Sleman. Pendistribusian bantuan yang nyaris mencakup seluruh wilayah Indonesia, membuatnya harus tinggal untuk sementara waktu di sebuah daerah. Sebelumnya, ia juga sempat menetap sementara waktu di Kebumen dan mengontrak rumah di sana.
Menurut Koh Steven, harta adalah titipan Allah SWT, sehingga suatu saat pasti kembali ke tangan-Nya. Ia meyakini, cara harta kembali ke Allah SWT ada dua cara, yakni dipaksa karena musibah, atau mengembalikan dalam bentuk sedekah. Ia juga tidak merasa khawatir, hartanya akan habis karena menolong sesama. Lagipula, ia juga tidak takut jika kembali miskin. Lelaki berusia 38 tahun ini mengaku pernah menjadi orang yang tidak punya apa-apa dan tidak menjadi masalah.
Sumber : liputan6.com
Uang tersebut berasal dari penjualan dua rumah, sejumlah mobil, dan koleksi motor gedenya itu, ia membantu masyarakat di tengah pandemi Corona Covid-19.
Orang yang memiliki sapaan Koh Steven ini memproduksi 48.000 baju hazmat yang dibagikan ke hampir 5.000 fasilitas kesehatan dan rumah sakit, pemasangan surgical glow ke 43.000 baju alat pelindung diri (APD) agar sesuai standar WHO, memproduksi 150.000 masker, 80.000 hand sanitizer, serta ratusan ribu paket makan dan puluhan ribu paket sembako.
“Saya beli mesin, saya taruh di rumah-rumah penjahit. Saya dan tim yang berkeliling. Penjahit tetap bekerja dari rumah dengan bahan yang kami beri,” ujar beliau.
Di Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta, ia mengontrak rumah di kawasan Maguwaharjo, Sleman. Pendistribusian bantuan yang nyaris mencakup seluruh wilayah Indonesia, membuatnya harus tinggal untuk sementara waktu di sebuah daerah. Sebelumnya, ia juga sempat menetap sementara waktu di Kebumen dan mengontrak rumah di sana.
Menurut Koh Steven, harta adalah titipan Allah SWT, sehingga suatu saat pasti kembali ke tangan-Nya. Ia meyakini, cara harta kembali ke Allah SWT ada dua cara, yakni dipaksa karena musibah, atau mengembalikan dalam bentuk sedekah. Ia juga tidak merasa khawatir, hartanya akan habis karena menolong sesama. Lagipula, ia juga tidak takut jika kembali miskin. Lelaki berusia 38 tahun ini mengaku pernah menjadi orang yang tidak punya apa-apa dan tidak menjadi masalah.
Sumber : liputan6.com
